Departemen Pariwisata Filipina dan AirAsia Kolaborasi Promosikan Pariwisata Ramah Muslim

Departemen Pariwisata (DoT) Filipina mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan AirAsia Filipina

Furqon By Furqon
2 Min Read

SEPUTARHALAL.COM | Departemen Pariwisata (DoT) Filipina mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan AirAsia Filipina pada Kamis. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata ramah Muslim dan halal di Filipina.

Menteri Pariwisata Ma. Christina G. Frasco menyatakan bahwa potensi pariwisata halal sangat besar bagi Filipina. “Pariwisata halal merupakan salah satu sektor pariwisata terbesar di dunia, dengan pertumbuhan nilai yang eksponensial karena mencakup banyak negara,” ujarnya saat konferensi pers.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan Filipina sebagai destinasi yang ramah Muslim dan halal,” tambah Frasco.

Sebagai bagian dari MoU ini, AirAsia Filipina akan menyediakan makanan bersertifikat halal di seluruh penerbangan mereka, melakukan kampanye pemasaran bersama, dan mengintegrasikan merek “Love the Philippines” dalam materi promosi mereka. DoT juga akan memberikan pelatihan kepada AirAsia untuk meningkatkan layanan kepada wisatawan Muslim.

Kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama dalam meningkatkan daya tarik Filipina sebagai destinasi wisata bagi Muslim, sambil tetap menjaga integritas merek dan hak kekayaan intelektual masing-masing.

Ricardo P. Isla, Kepala Eksekutif AirAsia Filipina, menyatakan bahwa tahun lalu mereka menyajikan 550.000 makanan halal. “Kami akan menambah lebih banyak pilihan dalam menu kami, termasuk makanan dari Malaysia, Indonesia, Jepang, dan Singapura, serta memastikan semua sandwich kami juga halal,” jelasnya.

Isla menambahkan bahwa AirAsia berencana mempercepat pengembangan jaringan domestiknya, dengan fokus pada Cebu, Caticlan, dan Cagayan de Oro. “Prioritas kami untuk tahun 2025 adalah mempercepat pertumbuhan sektor domestik, yang akan menjadi kontribusi besar bagi program pariwisata di Filipina,” katanya.

Frasco berharap DoT dapat menggandeng lebih banyak mitra dari sektor swasta untuk menjadikan Filipina sebagai destinasi yang lebih ramah bagi Muslim. Ia juga menekankan pentingnya penerimaan pariwisata dalam menilai ketahanan industri, bukan hanya jumlah kedatangan wisatawan internasional.

“Kami menargetkan penerimaan wisatawan sebesar Rp760 miliar tahun ini, melebihi angka tahun 2019 sebesar Rp600,01 miliar,” ujarnya. “Yang penting adalah seberapa besar kontribusi pariwisata terhadap perekonomian dan berapa banyak lapangan kerja yang tercipta.”

Frasco juga menyoroti potensi pasar pariwisata domestik yang saat ini bernilai lebih dari $66 miliar, yang diharapkan terus berkembang untuk mendukung perekonomian nasional.[fq]

>>>Pengunjung: 29 times, Total 119,667 <<<
Share This Article
Leave a review