SeputarHalal.com | Jakarta — Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menegaskan pentingnya peran petugas haji dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/ 2026. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 di Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Abdul Wachid menekankan bahwa DPR melalui Komisi VIII tidak hanya menjalankan fungsi legislasi dan anggaran, tetapi juga melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan haji di Arab Saudi.
“Saya sebagai Komisi VIII dan sekaligus juga membentuk tim pengawasan haji di Arab Saudi. Kami sendiri sudah menjalankan tim pengawasan yang keempat terakhir, yang ini nanti 2026 yang kelima,” kata Abdul Wachid di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Ahad (11/1/26).
Abdul Wachid menilai Diklat PPIH 2026 memiliki peran krusial karena menjadi fondasi utama keberhasilan pelayanan jemaah haji. Ia menegaskan bahwa kesiapan petugas sejak awal akan menentukan kualitas penyelenggaraan haji di lapangan.
“Perlu saya sampaikan, diklat ini adalah yang sangat penting, penentu suksesnya haji nanti tahun 2026,” lanjutnya.
Ia meminta seluruh peserta diklat mengikuti proses pembekalan dengan sungguh-sungguh dan menjalankan amanah sebagai petugas haji secara penuh tanggung jawab.
“Jadi saudara-saudara harus benar-benar berperan sebagai petugas haji yang sebenar-benarnya. Saya sebagai Timwas (Tim Pengawas) yang nanti akan mengikuti di Arab Saudi, akan melihat kinerja kalian semua,” tegas Abdul Wachid.
Dalam kesempatan ini juga Abdul Wachid menegaskan bahwa keberhasilan Menteri Haji dan jajaran di Kementerian Haji dan Umrah sangat bergantung pada kinerja petugas di lapangan. Ia mengingatkan agar petugas tidak lalai dan tidak menyalahgunakan tugas selama pelaksanaan ibadah haji.
Ia menegaskan bahwa haji 2026 harus benar-benar ramah kepada lansia, bukan sekadar jargon.
“Saya berharap haji tahun 2026 ini adalah ramah lansia. Ramah lansia bukan sekedar slogan, tapi harus dilaksanakan.”
Dalam arahannya, Abdul Wachid juga mengingatkan amanat Wakil Menteri Haji agar petugas tidak menyalahgunakan pengugasan untuk kepentingan pribadi.
“Kami tidak ingin mendengar apa yang disampaikan pernyataan selain Wamen Haji, jangan sampai petugas ikut dalam nunut (numpang) haji di saat jadi petugas. Ini amanat dari Wamen Haji, Pak Dahnil.”
Ia menekankan pentingnya koordinasi dan pelayanan maksimal di seluruh sektor, mulai dari transportasi, katering, hingga layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Abdul Wachid menyampaikan kritik keras terhadap perilaku petugas yang tidak menjalankan tugas dengan serius, tercapai pada pelaksanaan haji sebelumnya.
“Ya layani jemaah. Jangan bergerombol, santai duduk-duduk ngopi di saat haji butuh bantuan. Saya lihat tahun yang lalu banyak petugas yang santai ngopi di mall-mall menikmati uang yang sudah diterima tidak mengalir, tapi malah menikmati hasil uang itu untuk di mall jajan dan untuk ngopi di kafe-kafe. Apakah ada kafe Pak Wachid? Ada di sana. Oleh karena itu jangan lakukan itu,” pungkas Abdul Wachid.