SeputarHalal.com | Jakarta – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochammad Irfan Yusuf secara resmi melepas keberangkatan 200 orang Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pagi ini, Kamis (23/4/26).
Pelepasaan yang diawali dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Menhaj sebagai inspektur upacara, dan diikuti oleh seluruh PPIH yang rencana akan berangkat ke Makkah, pagi itu.
Dalam arahannya, Gus Irfan berpesan agar petugas haji yang akan bertugas di sana harus siap menghadapi segala kondisi di lapangan dan berbagai kemungkinan terburuk selama bertugas di Tanah Suci.
Tak hanya cuaca di Tanah Suci yang panas, situasi dan kondisi di lapangan dalam pelaksanaan haji yang tiba-tiba berubah tak sesuai prediksi dan rencana, serta kondisi geopolitik di Timur Tengah yang saat masih panas, yang sewaktu-waktu bisa mengancam keamanan dan keselamatan jemaah haji saat menjalankan ibadah haji
“Saat ini, situasi di sana masih sulit diprediksi dan bisa saja tiba-tiba berubah. Tak hanya cuaca, juga kondisi jemaah haji saat menjalankan ibadah, apalagi kondisi geopolitik di Timur Tengah yang sama-sama kita ketahui seperti apa. Untuk itu, saya meminta kepada seluruh petugas haji yang akan berangkat untuk bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Kemungkinan yang terburuk sekalipun,” ucap Menteri yang kerap dipanggil Gus Irfan itu.
“Anda semua harus siap dengan situasi di sana. Semua siap? Siap dengan cuaca yang panas? Siap panas-panasan? SIap dengan situasi geopolitik yang juga masih panas dan tidak jelas?” sambung Gus Irfan dengan suara yang lantang.
Menurutnya, kondisi di Arab Saudi, khususnya di Makkah, tidak selalu dapat diprediksi, mengingat jutaan orang berkumpul pada satu titik bersama-sama untuk menjalankan ibadah. Belum lagi cuaca yang tiba-tiba berubah, serta dinamika geopolitik di Timur Tengah yang masih memanas, belum menemui kejelasan untuk berhenti.
“Kita tahu situasi geopolitik di sana tidak jelas sehingga berbagai kemungkinan-kemungkinan pun bisa terjadi. Jika terjadi kemungkinan terjelek pun Anda semua harus siap,” ujar Gus Irfan
Gus Irfan juga berpesan, agar para petugas haji bertugas di Makkah untuk selalu menjaga kesehatan, mengingat para petugas haji adalah ujung tombak pelayanan bagi jemaah haji saat menjalankan ibadah haji.
“Beratnya tugas di Makkah menuntut ketahanan fisik, kestabilan emosi, dan kekuatan mental. Karena itu selalu jaga kesehatan, jaga kekompakan, terus jalin komunikasi dan koordinasi, dan juga jaga ritme kerja,” Pesannya kepada petugas haji.
Gus Irfan meminta para petugas haji tak bekerja sendiri-sendiri selama menjalankan tugas melayani jemaah haji. Petugas PPIH harus bekerja sebagai, agar bisa saling membantu dan saling menguatkan
Jangan bekerja sendiri-sendiri. Bekerjalah secara tim, bangun koordinasi yang rapat. Saling menopang dan saling menguatkan,” pintanya.