Melepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter Pertama di Tengah Geopolitik Timur Tengah yang Memanas, Menteri Haji: Fokus Ibadah, Hal di Luar Itu Biar Kami

Pelaksanaan haji tahun 2026 ini menjadi penyelenggaraan haji yang pertama yang dipegang sepenuhnya oleh Kementerian Haji dan Umrah setelah dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto pada 5 November 2024 silam

Ahmad Fuad By Ahmad Fuad
4 Min Read

SeputarHalal.Com | Tangerang — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf bersama  Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, dan beberapa Menteri serta pejabat secara resmi melepas keberangkatan jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Banten atau JKB 01, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang hari ini, Rabu (22/4/26).

Pelepasan ditandai dengan penyerahan Bendera Merah Putih kepada Ketua Kloter JKB 01, Muhammad Suryadi yang akan memimpin sebanyak 391 anggota jamaah asal Banten menuju Tanah Suci, Mekkah dan Madinah.

Dalam sambutannya, Menhaj yang kerap disapa Gus Irfan itu menyinggung soal kondisi di Timur Tengah saat ini. Di mana, kondisi geopolitik di sana yang tengah memanas. Tentu hal ini menjadi kekhawatiran bagi para calon jemaah haji, juga menjadi perhatian serius bagi Pemerintah, khususnya Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dalam penyelenggaraan haji tahun 2026 ini.

“Situasi Timur Tengah tentu menghadirkan kekhawatiran bagi jamaah dan keluarga. Dalam hal ini, tentu negara hadir. Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak terkait, supaya keamanan, perlindungan, dan keselamatan jemaah haji jadi prioritas,” ungkap Gus Irfan.

Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi Kementerian yang dipimpinnya itu. Mengingat pelaksanaan haji tahun 2026 ini menjadi penyelenggaraan haji yang pertama yang dipegang sepenuhnya oleh Kementerian Haji dan Umrah setelah dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto pada 5 November 2024 silam. Gus Irfan pun berpesan agar jemaah haji untuk tenang dan fokus menjalankan Ibadah hajinya.

“Kami ingin Bapak dan Ibu berangkat dengan tenang, fokus pada ibadah. Hal-hal di luar itu, biar kami yang mengikhtiarkan. Kami terus mengikhtiarkan layanan terbaik agar jamaah dapat beribadah dengan khusyuk,” tegas Gus Irfan.

Sebelumnya, Gus Irfan menyampaikan bahwa keberangkatan jemaah menuju Baitullah itu adalah sebuah perjuangan panjang. Perjuangan dari para calon jemaah haji yang disertai doa yang tak terputus dan harapan yang terus dijaga, hingga akhirnya harinya tiba untuk memenuhi panggilan Allah SWT., berbadah menjalankan Rukun Islam ke lima.

“Bapak-Ibu sekalian, ini adalah hari yang telah lama ditunggu-tunggu. Ada yang menanti bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Ada doa yang tak pernah terputus, ada harapan yang terus dijaga dalam diam, hingga akhirnya hari tiba, hari ketika langkah pertama menuju Baitullah benar-benar dimulai,” tutur Gus Irfan.

Untuk itu, lanjut Gus Irfan, para jemaah haji nantinya harus betul-betul memanfaatkan kesempatan itu dengan menjalankan ibadah haji dengan khusyuk, menjalankan setiap rukun haji dengan benar, dan mentaati arahan dan bimbingan dari para petugas haji selama di sana. Agar, seluruh rangkaian ibadah haji dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar, sehingga mendapatkan predikat yang diharapkan, menjadi haji yang mabrur.

Secara khusus, Gus Irfan menyampaikan pesan moral kepada para jemaah agar dalam menjalankan ibadah haji kali ini bukan hanya raganya yang menjalankan ibadah, melainkan juga jiwanya ikut beribadah.

“Perjalanan ini bukan perjalanan fisik, tetapi perjalanan jiwa. Perjalanan menuju titik paling khusyuk dalam hidup seorang muslim,” ucapnya dengan perasaan haru.

Perjalanan jemaah haji kloter pertama dimulai dengan masuk asrama pada 21 April 2026 kemudian berangkat pada 22 April. Menjelang puncak haji, jemaah akan diberangkatkan dari Makkah ke Arafah mulai 21 Mei 2026 hingga selesai rangkaian ibadah haji selesai.

>>>Pengunjung: 4 times, Total 119,741 <<<
Share This Article
Leave a review