DDII Hadiri Sidang Umum Lembaga Dakwah se-Asia Pasifik di Kamboja

PM Hun Manet menegaskan kembali perhatian Pemerintah Kerajaan Kamboja untuk terus memastikan kebebasan berkeyakinan dan kerukunan beragama di negara tersebut

Ahmad Fuad By Ahmad Fuad
3 Min Read

SEPUTAR HALAL | Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Sidang Umum ke-20 Regional Islamic Da’wah Council for Southeast Asia and the Pacific (RISEAP) di Kamboja, Sabtu (7/12/24).

Acara yang dilaksanakan di Hotel Sokha Phnom Penh, dibuka oleh Perdana Menteri Kerajaan Kamboja, Samdech Moha Borvor Thipadei Hun Manet.

Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 1.000 peserta yang merupakan delegasi dari 20 negara anggota RISEAP, pemimpin komunitas Muslim Kamboja, termasuk anggota badan legislatif dan eksekutif Kamboja, dan tamu kehormatan nasional maupun internasional.

Selain pimpinan DDII yang hadir, dari Indonesia juga turut diundang pimpinan Wanita Islam, HMI serta Pelajar Islam Indonesia (PII).

Dalam pidato sambutannya, PM Hun Manet menegaskan kembali perhatian Pemerintah Kerajaan Kamboja untuk terus memastikan kebebasan berkeyakinan dan kerukunan beragama di negara tersebut.

“Kami serius meningkatkan kesejahteraan komunitas Muslim Kamboja, mempromosikan kehadiran Muslim Kamboja di berbagai tingkatan, di badan legislatif dan eksekutif, serta di pemerintahan nasional dan sub-nasional,” tutur PM Hun Manet.

PM Hun Manet juga menyampaikan terima kasihnya kepada komunitas Muslim Kamboja atas dukungan mereka terhadap Kerajaan dan atas kontribusi aktif mereka dalam menjaga perdamaian dan stabilitas politik Kerajaan, serta meningkatkan pembangunan sosial-ekonomi.

Acara RISEAP General Assembly ke-20 ini juga mendapatkan dukungan penuh dari HE. Van Math, penasihat Senat dan juga pemimpin komunitas muslim di Kamboja.

Pimpinan DDII yang hadir Dr. Salamun menyampaikan, DDII memang selalu terlibat aktif sejak awal RISEAP dibentuk.

Ia berharap, diadakannya Sidang Umum RISEAP di Kamboja dapat meningkatkan perhatian kepada negara-negara muslim minoritas dari lembaga-lembaga dakwah di di Asia-Pasifik, dengan cara antara lain pertukaran pengalaman di bidang dakwah pendidikan.

“Kami mengharapkan perhatian kepada negara-negara muslim minoritas dapat ditingkatkan, antara lain dengan pertukaran pengalaman khususnya bidang dakwah pendidikan serta pengembangan masyarakat,” ungkap Dr. Salamun.

Dr. Salamun yakin, DDII dapat berperan aktif karena memiliki pengalaman pada bidang-bidang tersebut, khususnya berperan di RISEAP.

“Sebelumnya Dr. Osman Raliby, Dr. Deliar Noer dan terakhir Ustadz Mohammad Siddik pernah menjabat sebagai Vice President RISEAP,” ujarnya.

Tak lupa Dr. Salamun menyampaikan apresiasinya kepada Dato Marzuki Omar Sekretaris Jenderal RISEAP, Kerajaan Kamboja juga dan Komunitas Muslim Kamboja yang telah sukses menghelat acara penting ini.

Untuk diketahui, RISEAP adalah organisasi non-pemerintah yang didirikan pada tahun 1980.

Organisasi ini aktif mengenalkan Islam di negara-negara minoritas Islam, seperti: Jepang, Taiwan, Hongkong hingga ke negara-negara di belahan Benua Pasifik seperti: New Zealand, Vanuatu, New Kaleonia, Fiji, Samoa, Tonga, PNG.

Saat ini, RISEAP dipimpin oleh Datuk Patinggi Tan Sri (Dr) Abang Haji Abdul Rahman Zohari Bin Tun Datuk Abang Haji Openg, Ketua Menteri Sarawak, Malaysia.

>>>Pengunjung: 33 times, Total 121,838 <<<
TAGGED:
Share This Article
Leave a review