Dalam langkah yang dianggap sebagai terobosan bagi pertanian Jepang dan industri makanan halal yang terus berkembang, Prefektur Miyazaki berhasil mengekspor daging sapi Wagyu berkualitas tinggi ke Qatar. Prestasi ini menandai pertama kalinya Miyazaki Wagyu, yang terkenal karena tekstur dan kelembutannya, diekspor ke negara mayoritas Muslim dengan memenuhi pedoman sertifikasi halal yang ketat. Sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh Japan Islamic Trust (JIT), memastikan bahwa seluruh proses produksi memenuhi standar Islam.
Perjalanan Ekspor Perdana
Pengiriman pertama, sebanyak 150 kilogram Miyazaki Wagyu peringkat A5, diberangkatkan dari fasilitas pemrosesan SE Meat Miyazaki yang baru berdiri di Kota Saito pada hari Selasa. Fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi antara empat peternak lokal, termasuk Arita Bokuchiku Sangyo, dan didesain khusus untuk memenuhi persyaratan halal yang ketat.
Sebagai bagian dari kepatuhan terhadap standar halal, SE Meat Miyazaki mempekerjakan staf Muslim dan memastikan semua praktik pemrosesan sesuai dengan ajaran Islam.
“Ini adalah momen penting bagi Prefektur Miyazaki,” ujar Yonezo Arita, Presiden SE Meat Miyazaki. “Kami berkomitmen untuk memastikan Wagyu kami memenuhi standar halal tertinggi. Kami yakin ini akan membuka pintu bagi ekspansi lebih lanjut di dunia Islam.”
Dari Peternakan ke Pasar Timur Tengah
Perjalanan menuju ekspor ini bukan tanpa tantangan. Meskipun fasilitas SE Meat Miyazaki telah selesai dibangun pada Februari 2022, mendapatkan sertifikasi halal dari lembaga yang diakui menjadi proses yang sangat teliti. Sertifikasi ini menjamin bahwa seluruh rantai produksi, dari peternakan hingga penyajian di meja makan, sepenuhnya sesuai dengan hukum Islam.
Pengiriman perdana ini akan disajikan di restoran-restoran terpilih di Qatar, memperkenalkan cita rasa istimewa Miyazaki Wagyu ke pasar Timur Tengah. Langkah ini dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk memanfaatkan permintaan daging sapi Wagyu premium yang terus meningkat di kalangan konsumen kelas atas di wilayah tersebut.
Pasar Halal: Peluang Besar bagi Jepang
Ekspor Wagyu Miyazaki ke Qatar menjadi langkah penting dalam strategi globalisasi industri daging sapi prefektur tersebut. Selama dekade terakhir, ekspor daging sapi Miyazaki telah mengalami pertumbuhan stabil, terutama ke pasar seperti Amerika Serikat, Taiwan, dan Hong Kong. Namun, masuknya ke pasar halal menawarkan peluang baru yang sangat besar.
Dengan populasi Muslim dunia yang mendekati dua miliar jiwa, permintaan terhadap produk halal berkualitas tinggi terus meningkat. Prefektur Miyazaki menyadari potensi ini dan tengah mengupayakan ekspansi lebih lanjut ke negara-negara mayoritas Muslim lainnya, seperti Indonesia, Malaysia, dan Arab Saudi.
Fasilitas SE Meat Miyazaki, dengan kapasitas produksi mencapai 12.000 sapi per tahun, kini siap menjadi pemain utama dalam pasar ekspor daging Wagyu halal.
Lebih dari Sekadar Ekspor: Komitmen Jepang terhadap Pasar Halal
Keberhasilan ekspor ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi peternak di Miyazaki, tetapi juga memperkuat posisi Jepang dalam industri makanan halal global. Langkah ini menunjukkan keseriusan Jepang dalam memenuhi kebutuhan konsumen Muslim, sekaligus menyoroti pentingnya sertifikasi halal dalam perdagangan internasional.
Kisah sukses Miyazaki Wagyu membuktikan bahwa perencanaan matang, kepatuhan terhadap standar agama, dan komitmen terhadap kualitas dapat membuka peluang baru yang menjanjikan di pasar global.[]