Gamis Bini Orang Banyak Dicari untuk Lebaran Tahun Ini, Tertarik Membeli?

Berkat Gamis Bini Orang yang viral, para pedagang di Pasar Tanah Abang dan produsen pakaian lokal mengaku bersyukur omzet penjualan meningkat hingga 30 persen, setelah tahun lalu mengalami penurunan drastis akibat lesunya daya beli masyarakat dan membanjirnya produk impor.

Ahmad Fuad By Ahmad Fuad
5 Min Read

SeputarHalal.com | Jakarta — Tren baju lebaran memang selalu menarik untuk diikuti. Bukan hanya soal desain dan warna, tetapi juga sebutan unik yang menyertai model baju lebaran yang tengah tren tersebut. Umumnya sebutan uniknya terispirasi oleh gaya, desain, mode, warna, atau nama artis juga tokoh yang mengenakannya, yang tengah viral di sosial media.

Jika di tahun-tahun sebelumnya, kita pernah mengenal tren baju lebaran “Koko Uje”, “Gamis Syahrini”, “Sarung Solmed”, “Kaftan Lesti”, yang mengacu pada nama-nama artis atau tokoh yang mengenakan dan mempopulerkan mode baju tersebut. Atau, di lebaran tahun 2024 dan 2025 lalu, tren baju “tersage-sage” dan “Burgundy Fever” yang mengacu pada warna dan desain baju, yang marak dicari oleh masyarakat untuk digunakan saat momen lebaran.

Istilah atau sebutan unik untuk baju lebaran tersebut kemudian menjadi sangat popular, terutama di pusat-pusat perbelanjaan seperti Pasar Tanah Abang, atau mal-mal yang menjual baju grosiran menjelang lebaran.

Lantas, bagaimana untuk lebaran tahun 2026 ini? Tren baju lebaran apa yang tengah banyak dicari?

Untuk tren baju lebaran 2026 ini ternyata memiliki nama yang lebih unik dari pada tahun-tahun sebelumnya, yakni: Gamis Bini Orang.

Model Gamis Bini Orang di Pasar Tanah Abang

Gamis Bini Orang

Sekilas terdengar lucu dengan sebutannya. Namun faktanya, tren baju itu lah yang saat ini banyak dicari oleh masyarakat, kaum perempuan, terutama di pusat-pusat grosir pakaian seperti Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Gamis Bini Orang ini adalah model pakaian gamis brokat dengan lengan kombinasi potongan balon dan terompet yang bahannya dari tile, kain utamanya pakai sifon.

Model baju gamis ini banyak dicari saat ini karena menjadi viral di media sosial setelah video seorang ibu-ibu mencoba gamis panjang dengan rompi yang talinya bisa dilepas beredar.

Dikutif dari CNBC Indonesia, tampak toko-toko di pasar Tanah Abang yang menjual pakaian model ini ramai didatangi pembeli, pada Selasa (13/1/26)

Harganya pun cukup terjangkau, mulai dari Rp 125.000 hingga Rp 300.000 untuk satuan.

Hal itu diungkapkan oleh beberapa pedagang pasar Tanah Abang. Salah satunya, oleh Siti (samaran), di mana pakaian model tersebut cukup laku diburu oleh pelanggan.

“Lagi banyak yang cari model Gamis Bini Orang,” kata Siti, yang menjual baju Gamis Bini Orang seharga Rp.300 ribu.

Pedagang lainnya, Sasqiah menawarkan harga lebih murah, yakni Rp 150.000. Ia menawarkan harga yang bisa lebih murah lagi jika membeli grosiran atau kodian.

“Gamis Bini Orang ini satuannya Rp.150.000. Kalau beli grosiran, bisa lebih murah, jadi Rp 135.000. Kalau beli kodian, lebih murah lagi, Rp 125.000,” kata Sasqiah.

Sasqiah mengaku bahwa Gamis Bini Orang yang ia jual tersebut merupakan produksinya sendiri, bukan produk impor.

“Produksi lokal, kami bikin sendiri, karena kami punya konveksi sendiri,” terangnya.

Berkat Gamis Bini Orang yang viral itu, Sasqiah mengaku, omzet yang didapatkannya pun meningkat hingga 30 persen. Meski bulan Ramadhan sebulan lagi dan Lebaran masih kurang dua bulan lagi. Dirinya dan para pedagang lainnya pun merasa bersyukur setelah pada tahun lalu mengalami penurunan drastis akibat lesunya daya beli beli masyarakat.

Ketolong sih sama baju Gamis Bini Orang, Alhamdulillah, omzet naik dua kali lipat. Kalau tahun lalu boro-boro bisa dapet puluhan juta, sekarang sepertinya sudah sampai, ya ada 30 persen naiknya. Padahal bulan puasa masih sebulan lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, pedagang lain, yang tak ingin disebut namanya mengatakan bahwa untuk tren tahun ini lebih bervariasi. Tak hanya Gamis Bini Orang saja yang banyak dicari, juga model baju gamis Outer Organza juga banyak dicari pembeli.

Outer Organza merupakan baju gamis yang dilengkapi rompi brokat bisa dilepas-pasang, sehingga membuat pemakainya bisa mendapatkan dua tampilan sekaligus, dengan tampilan simpel tapi tetap elegan.

“Kalau ingin pakai dalemannya aja masih tampak cantik ya, meskipun dia polos tapi di bagian lengan masih ada sentuhan desain brokatnya. Jadi rompi lepas-pasang ini bisa dikreasikan sesuai dengan kebutuhan acara. Mau pakai rompinya saja untuk dipadu-padankan dengan setelan lainnya juga masih bisa,” ujar pedagang tersebut.

Seperti harapan Siti, Sasqiah, dan para pedagang pakaian lainnya, semoga dengan hadirnya tren Gamis Bini Orang tersebut, bisa menaikkan penjualan pakaian mereka dan memperbaiki kondisi usaha para pedagang maupun produsen pakaian lokal atau dalam negeri setelah terpuruk tahun lalu akibat penurunan daya beli masyarakat dan maraknya pakaian impor yang masuk ke Indonesia.

>>>Pengunjung: 43 times, Total 121,101 <<<
Share This Article
Leave a review