SEPUTAR HALAL | Di Menara 165, Haikal Hassan, Kepala BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal), memberikan keynote speech yang menyoroti betapa pentingnya membangun ekosistem halal untuk mendukung kemajuan ekonomi Indonesia.
Acara ini bertepatan dengan Training ESQ 165 batch 202 yang berlangsung pada Jumat, 20 Desember 2024. Dalam kesempatan ini, Haikal juga meresmikan ESQ Halal Center, sebuah pusat layanan terpadu yang dirancang untuk mempercepat transformasi industri halal di Tanah Air.
ESQ Halal Center menawarkan berbagai layanan, mulai dari Konsultan Sertifikasi Halal, Lembaga Pemeriksa Halal, hingga Lembaga Pelatihan Jaminan Produk Halal (JPH). Tidak hanya itu, pusat ini juga menyediakan Lembaga Sertifikasi Profesi untuk Auditor dan Penyelia Halal. Dengan dukungan 2 juta Ksatria Halal yang merupakan alumni ESQ, BPJPH berharap bisa semakin mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya sertifikasi halal.
Dalam sambutannya, Haikal Hassan mengapresiasi ESQ Corp atas perannya dalam memperkuat kolaborasi ekosistem halal. Ia menilai, kehadiran ESQ Halal Center adalah langkah strategis yang mendukung visi pemerintah untuk menjamin produk halal di Indonesia.
“”ESQ adalah salah satu tools untuk mewujudkan Indonesia Emas, bahkan sebelum istilah Indonesia Emas dipopulerkan 15 tahun yang lalu. Kami percaya dengan potensi yang dimiliki oleh ESQ, pusat ini akan mempercepat terwujudnya ekosistem halal, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia,” kata Haikal penuh semangat di hadapan 457 peserta training.
Pada 2024, pasar industri halal global diprediksi mencapai Rp 20.000 triliun. Angka yang fantastis ini, menurut Haikal, adalah peluang besar yang harus dimanfaatkan. “BPJPH sekarang langsung di bawah Presiden Prabowo Subianto, jadi kita punya momentum yang luar biasa untuk mendorong potensi ini,” tambahnya.
Haikal juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, lembaga, dan dunia pendidikan untuk menciptakan ekosistem halal yang berkelanjutan. “Jika kita dapat meraih setengah dari potensi pasar ini, kita sudah berbicara tentang angka yang sangat besar. Sehingga ketika sekarang ESQ Halal Center berdiri saya yakin banget dengan potensi yang dipunyai oleh ESQ akan mempercepat ekosistem halal di Indonesia menjadi terwujud,” tambahnya.
Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, turut menyampaikan komitmen ESQ dalam mendukung pengembangan ekosistem halal di Indonesia. Menurut Ary, produk halal adalah kebutuhan yang harus dipenuhi dengan baik dan terjamin. “Makanan yang kita konsumsi memengaruhi cara berpikir, kesehatan, hingga keberkahan hidup,” kata Ary Ginanjar.
Dengan dukungan lebih dari 2 juta alumni ESQ dan UAG University yang tersebar di berbagai negara, Ary yakin Indonesia Emas 2045 bisa terwujud. “Bersama Pak Haikal dan BPJPH, mari kita memaksimalkan peluang ini untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.
Pendidikan dan Sertifikasi Halal: Kunci Ekosistem Halal
Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kebutuhan akan produk halal di Indonesia sangat besar. Namun, hingga kini, Indonesia lebih banyak menjadi pasar konsumen dibanding produsen. Data menunjukkan 12,6% industri halal di sektor makanan yang ada di Indonesia justru berasal dari impor. Padahal, sekitar 30 juta produk usaha di Tanah Air sebenarnya membutuhkan sertifikasi halal, tetapi baru 725.000 produk yang tersertifikasi—dan mayoritasnya berasal dari UMKM.
Menjawab tantangan ini, UAG University menghadirkan program studi Teknik Industri “Industrial Engineering in Halal Supply Chain.” Lulusannya tidak hanya bergelar sarjana (S.T), tapi juga mendapat sertifikasi sebagai Certified Halal Auditor. Program ini bertujuan melahirkan tenaga ahli yang mampu mengelola rantai pasok produk halal, sekaligus mengembangkan sistem yang menjamin kehalalan produk di setiap tahapan.
Program studi berbasis karakter ini fokus pada sistem produksi dan distribusi berbasis syariah. Mahasiswa juga dibekali kemampuan untuk mengelola dan mengawasi sertifikasi halal di berbagai sektor industri.
Melalui kolaborasi ESQ Halal Center dan institusi pendidikan seperti UAG University, tercipta sinergi yang kuat antara dunia akademik, industri, dan pemerintah. Dengan langkah-langkah ini, Indonesia optimis bisa menjadi pusat industri halal global dan mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.[]