Manasik Haji Nasional Fokus Haji Ramah Lansia dan Disabilitas

Konsep haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan merupakan respon atas kondisi riil jemaah haji Indonesia yang sebagian besar didominasi kelompok rentan

Nadeem By Nadeem
3 Min Read

SeputarHalal.Com | Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggelar Manasik Haji Nasional dengan tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (11/02/26).

Kegiatan manasik ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para jemaah haji agar mampu menajalankan ibadah haji dengan baik dan benar, dengan memahami tata cara haji secara lengkap sesuai tuntunan. Serta bagian dari latihan untuk kesiapan fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji, khususnya untuk para lansia, penyandang disabilitas, jemaah perempuan, serta jemaah dengan komorbid.

Direktur Jenderal Direktur Bina Penyelenggaran Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Raharjo menegaskan bahwa manasik haji nasional menjadi bagian penting dari transformasi layanan haji yang lebih berorientasi pendidikan, pelatihan, dan memberikan pemahanan dalam ibadah haii yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan kepada jemaah.

“Ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah sejak dari tanah air. Melalui manasik ini, jemaah tidak hanya memahami tata cara ibadah, tetapi juga siap secara mental, fisik, dan pengetahuan,” ujar Puji.

Puji menegaskan, konsep haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan merupakan respon atas kondisi riil jemaah haji Indonesia yang sebagian besar didominasi kelompok rentan. Dengan pendekatan ini, pemerintah berupaya memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan bermartabat, tanpa mengurangi keabsahan ibadah.

Manasik Haji Nasional ini dilaksanakan secara hybrid, diikuti oleh 2.200 jemaah secara luring (offline) dari provinsi DKI Jakarta dan 201.120 jemaah secara daring (online) melalui Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah di seluruh Indonesia. Pelaksanaan hybrid ini memungkinkan jangkauan layanan edukasi yang lebih luas dan merata.

Puji menegaskan, selain penguatan materi ibadah haji, manasik ini juga menekankan pentingnya istithaah kesehatan sebagai syarat utama keberangkatan haji.

“Jemaah dibekali pemahaman mengenai hak dan larangan selama berhaji, termasuk pemanfaatan rukhshah (keringanan) bagi jemaah lansia dan disabilitas sesuai ketentuan syariat,” jelasnya.

Tak kalah penting, manasik haji nasional ini juga menanamkan kesadaran bahwa setiap jemaah haji Indonesia memiliki peran sebagai duta bangsa, yang membawa nama baik Indonesia melalui sikap, perilaku, dan kedisiplinan selama berada di Tanah Suci.

Melalui manasik haji nasional ini, pemerintah berharap terbangun kesadaran kolektif bahwa manasik bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan haji yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.

>>>Pengunjung: 4 times, Total 115,636 <<<
Share This Article
Leave a review