Rumah Buya AR Sutan Mansur Jadi Pusat Pariwisata Halal di Nagari Sungai Batang

(LWMUI) baru saja menggandeng Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (DEKS BI) untuk meresmikan Pusat Pariwisata Halal atau Halal Tourism Hub di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya.

dok. rri.co.id
Admin By Admin
4 Min Read

SEPUTAR HALAL | Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LWMUI) baru saja menggandeng Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (DEKS BI) untuk meresmikan Pusat Pariwisata Halal atau Halal Tourism Hub di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya.

Tempat ini berada di rumah bersejarah yang dulunya milik Inyiak Dr. Karim Amrullah, yang diwariskan kepada istrinya, Fatimah Karim Amrullah. Fatimah adalah adik Buya Hamka dan istri dari Buya AR Sutan Mansur. Lokasinya yang asyik ini ada di tepi Danau Maninjau dan diresmikan pada hari Kamis, 12 Desember 2024.

Acara peresmian ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, Deputi Direktur DEKS BI, Irfan Parulian, Ketua LWMUI, Lukmanul Hakim, dan banyak tokoh penting lainnya, termasuk keluarga Buya AR Sutan Mansur dan Fatimah Karim Amrullah.

“Rumah Buya AR Sutan Mansur ini digunakan untuk pusat pengembangan Pariwisata Ramah Muslim (PRM) Sungai Batang,” kata Lukmanul Hakim.

LWMUI, bareng EHTC (Enhaii Halal Tourism Center) dari Politeknik Pariwisata NHI Bandung, serta DEKS BI, lagi ngeliat potensi besar di kawasan Maninjau buat ngembangin pariwisata halal. Mereka mau jadikan ini proyek percontohan di Nagari Sungai Batang.

Melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), mereka menggandeng keluarga Buya AR Sutan Mansur buat revitalisasi rumahnya. Ini adalah bagian dari pengembangan ekosistem pariwisata halal yang berbasis wakaf produktif.

Menurut Lukmanul Hakim, Desa Wisata Sungai Batang bakal jadi pusat pengembangan pariwisata halal di sekitar Danau Maninjau. Di sekelilingnya ada sepuluh nagari yang siap mendukung!

“Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, terutama melalui sektor pariwisata, budaya, dan UMKM,” ujarnya.

Pusat PRM Sungai Batang dirancang untuk memiliki berbagai fungsi, termasuk manajemen organisasi desa wisata, pusat penjualan produk UMKM, pusat bisnis komunitas, serta pusat informasi wisata terintegrasi.

Selain itu, di dalam gedung yang mengusung arsitektur rumah gadang tersebut, akan ada museum mini yang menampilkan dokumentasi, foto, barang-barang, dan karya-karya dari Buya AR Sutan Mansur, Fatimah Karim Amrullah, Buya Hamka, dan tokoh-tokoh lainnya yang berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

PRM Sungai Batang juga dilengkapi dengan sarana digital yang memudahkan wisatawan untuk mendapatkan informasi, mempelajari budaya dan sejarah setempat, serta membeli produk UMKM dan paket wisata melalui marketplace berbasis QRIS.

“Ini akan memudahkan wisatawan untuk mengakses informasi dan transaksi terkait wisata, budaya, dan produk lokal,” jelasnya.

Penghormatan kepada Buya Hamka

Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan menyatakan, pemilihan kawasan Sungai Batang sebagai lokasi PRM ini merupakan penghormatan kepada Buya Hamka, yang merupakan salah satu pendiri dan Ketua Umum MUI pertama.

“Aset wakaf produktif ini tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga berperan penting dalam memperkenalkan nilai-nilai perjuangan ulama besar, seperti Buya AR Sutan Mansur, dalam konteks pembangunan nasional,” ujarnya.

Amirsyah Tambunan berharap, PRM Sungai Batang dapat menjadi model pengembangan pariwisata halal berbasis wakaf produktif yang dapat diimplementasikan di berbagai daerah lain di Indonesia.

“Kami berharap dengan hadirnya PRM ini, masyarakat Maninjau, khususnya generasi muda, dapat merasakan manfaat dari sektor pariwisata yang berkembang, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka,” tambahnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda, mengapresiasi inisiatif ini dan menyatakan komitmennya untuk mendukung kelancaran pengelolaan PRM Sungai Batang ke depan.

“Kita harus bekerja sama untuk merawat dan menjaga bangunan ini agar tetap kokoh dan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, yang diamini oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam Dedi Asmar.

Peresmian Halal Tourism Hub ini dapat membantu sektor pariwisata halal di kawasan Danau Maninjau untuk berkembang pesat, dan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal.[]

>>>Pengunjung: 31 times, Total 120,961 <<<
Share This Article
Leave a review