Turki Denda Adidas Sebesar $15.000 karena Penggunaan Sepatu Kulit Babi

Furqon By Furqon
2 Min Read

SEPUTARHALAL.COM | Dunia mode, agama, dan perdagangan sering kali saling terkait secara rumit, bahkan kerap memicu kontroversi. Baru-baru ini, insiden yang melibatkan Adidas dan sepatu kets populer mereka, Samba OG, di Turki menjadi contoh nyata kompleksitas ini.

Adidas, raksasa sportswear asal Jerman, didenda lebih dari $15.000 (setara Rp550 juta) oleh otoritas periklanan Turki karena gagal mengungkapkan secara jelas bahwa sepatu Samba OG mengandung kulit babi—bahan yang dianggap haram dalam Islam. Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi deskripsi produk, kepekaan budaya di pasar global, serta tanggung jawab etis merek internasional.

Samba OG dan Polemik Kulit Babi

Sepatu Samba OG, yang kerap dipakai selebritas dan influencer, tiba-tiba menjadi sorotan di Turki. Meski Adidas menyebut bahan sepatu ini sebagai “kulit asli”, mereka tidak mencantumkan bahwa kulit tersebut berasal dari babi. Regulator Turki menegaskan bahwa bahan yang “bertentangan dengan nilai agama mayoritas masyarakat wajib diinformasikan” dalam iklan. Keputusan ini menekankan pentingnya pelabelan akurat, terutama untuk bahan sensitif secara agama atau etika.

Dalam hukum Islam, babi dan turunannya—termasuk kulitnya—dianggap najis (tidak suci). Meski ada perdebatan ilmiah tentang kemungkinan pemurnian kulit babi melalui penyamakan, mayoritas ulama melarang penggunaannya untuk produk yang bersentuhan langsung dengan tubuh, seperti alas kaki atau pakaian.

Pada 2020, Kantor Urusan Agama Turki secara resmi melarang penggunaan kulit atau bulu babi dalam pembuatan sepatu dan pakaian. Keputusan ini memperkuat dasar hukum dan etika bagi bisnis di Turki.

Tanggapan Adidas

Setelah denda diumumkan, Adidas mengaku telah “memperbarui spesifikasi material di situs web mereka untuk pasar Turki. Namun, pernyataan resmi perusahaan tidak secara langsung menanggapi besaran denda atau menjelaskan alasan kelalaian awal. Respons ini menuai kritik, dengan banyak pihak menilai langkah Adidas kurang transparan dan mempertanyakan komitmen merek terhadap kepekaan budaya di pasar global.[FURQ]

>>>Pengunjung: 112 times, Total 121,519 <<<
Share This Article
Leave a review