SEPUTAR HALAL | UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) lewat Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) di Pusat Kajian dan Layanan Halal (PKLH) LP2M, baru aja ngadain Focus Group Discussion (FGD) dengan tema persiapan ISO 17025 untuk laboratorium halal.
Acara ini diikuti 155 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, sampai praktisi halal. Tujuannya nggak main-main, yaitu buat ningkatin daya saing laboratorium halal UIN RIL. Mereka juga menghadirkan pembicara keren seperti Lady Yulia dari BPJPH dan Dr. Tri Cahyanto dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Rektor UIN RIL, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., bilang kalau standar ISO 17025 itu penting banget untuk memastikan hasil pengujian laboratorium nggak cuma akurat, tapi juga diakui secara internasional. Beliau juga menekankan kalau konsep halal nggak cuma soal makanan dan minuman, tapi juga harus diperluas ke gaya hidup, seperti kosmetik dan pakaian. Mantap, kan?
“Penerapan standar ISO 17025 tersebut sejalan dengan Rencana Induk Pengembangan UIN RIL yang menekankan peningkatan infrastruktur dan fasilitas riset,” ucapnya dikutip dari laman UIN Lampung. Minggu (01/12/2024).
Sementara itu, Sekretaris LP2M, Prof. Syafrimen, menjelaskan bahwa Laboratorium Halal UIN RIL nggak cuma fokus untuk pengujian aja, tapi juga dirancang sebagai pusat edukasi dan penelitian tentang produk halal. Jadi, nggak cuma soal tes-tes halal, tapi juga tempat belajar dan riset seputar halal itu sendiri.
“Kesadaran masyarakat terhadap produk halal semakin tinggi. Laboratorium ini akan menjadi salah satu penopang penting dalam mengembangkan produk halal yang berkualitas,” jelasnya.