Beri Arahan dalam ToT 2026, Wamenhaj Dahnil: Fokus PPIH Hanya Satu, Berikan Pelayanan Terbaik kepada Jemaah, Titik!

Dahnil menekankan, ketika petugas sudah berada di lapangan, mereka harus memiliki satu orientasi utama, yakni melayani jemaah haji.

Ahmad Fuad By Ahmad Fuad
4 Min Read

SeputarHalal.com | Jakarta —  Fokus utama petugas hajiadalah melayani jamaah. Oleh karena itu, menjadi petugas haji tidak boleh dianggap sekadar sebagai kesempatan ‘aji mumpung’ untuk menunaikan ibadah haji dengan fasilitas dari negara, alias ikut nebeng dalam tugas yang dibiayai negara.

Hal itu ditegaskan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam acara penutupan kegiatan Training of Trainers (ToT) Fasilitator Diklat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Kamis (8/1/2026).

“Kita ingin memastikan, semua petugas haji itu orientasi utamanya adalah pelayanan jemaah, bukan nebeng naik haji,” ucap Dahnil saat menyampaikan paparannya dalam acara tersebut.

Dahnil menyebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mempersiapkan para trainer dan fasilitator dalam pelatihan yang menerapkan pola pendidikan dan latihan (Diklat) terpadu dengan pendekatan semi-militer bagi calon petugas haji Arab Saudi atau Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 2026.

Diklat yang direncanakan akan digelar sejak 10 Januari hingga 30 Januari mendatang dilakukan dengan pola pelatihan yang dirancang menyerupai sistem pelatihan di barak. Tujuannya, guna membentuk karakter, disiplin, serta kesiapan fisik dan mental petugas dalam melayani jemaah haji. Hal ini dianggap penting demi menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap operasional, dengan dukungan penuh dari para fasilitator yang telah melalui proses ToT.

Dahnil juga menyampaikan, pelatihan fasilitator adalah untuk menanamkan nilai-nilai inti petugas haji, yakni: keikhlasan, disiplin, empati, dan tanggung jawab. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membentuk petugas haji yang memiliki semangat pengabdian tinggi.

Dahnil menekankan, ketika petugas sudah berada di lapangan, mereka harus memiliki satu orientasi utama, yakni melayani jemaah haji. Oleh karena itu, etos pelayanan wajib menjadi materi inti yang tertanam kuat dalam setiap tahapan pendidikan dan pelatihan petugas.

“Begitu memasuki medan tugas, fokus PPIH hanya satu, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Nilai ini harus benar-benar ditanamkan kepada seluruh peserta diklat,” ucapnya.

Dalam pemaparannya, Dahnil menjelaskan bahwa para petugas haji memiliki peran strategis sebagai penanggung jawab pelatihan teknis, perumus kebijakan, serta pengontrol implementasi kebijakan penyelenggaraan haji. Oleh karena itu, diklat PPIH yang akan dilaksanakan ke depan merupakan mandat penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap operasional, dengan dukungan penuh dari para fasilitator yang telah melalui proses TOT.

Meski begitu, Dahnil juga mengakui, memang masih ada calon petugas yang belum pernah berhaji. Namun, keinginan berhaji tidak boleh menjadi motivasi utama. Ia stres, ketika petugas sudah berada di lapangan, mereka harus memiliki satu orientasi utama, yakni melayani jemaah haji. Oleh karena itu, etos pelayanan wajib menjadi materi inti yang tertanam kuat dalam setiap tahapan pendidikan dan pelatihan petugas.

“Fokus PPIH hanya satu, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada Jemaah, titik,” tegasnya

Oleh karena itu, kiranya perlu para petugas haji nantinya akan mengeluarkan pesan pelurusan niat sejak awal sebelum masuk ke aspek teknis. Selain soal niat, pelatihan juga terfokus pada penegakan integritas, kedisiplinan, dan kekompakan tim.

>>>Pengunjung: 12 times, Total 118,765 <<<
Share This Article
Leave a review