Diklat PPIH Resmi Dibuka, Petugas PPIH Ditempa Fisik dan Mental ala Militer

Seluruh petugas PPIH disiapkan untuk bertugas harus dalam kondisi prima dan siap bertugas. Kuat dan tangguh secara fisik maupun mental untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah

Ahmad Fuad By Ahmad Fuad
5 Min Read

SeputarHalal.com | Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi menggelar pendidikan dan latihan (Diklat) Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) 2026. Pembukaan Diklat PPIH ini digelar digedung SG2  Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Ahad pagi (11/1/26).

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf dalam sambutannya saat pembukaan Diklat PPIH menyampaikan, pentingnya Tujuannya, guna membentuk karakter, disiplin, memiliki kesiapan fisik dan mental yang kuat, berintegritas, serta profesional sebagai petugas dalam melayani jemaah haji 2026.

“Seluruh petugas PPIH harus siap ketika bertugas. Kuat dan tangguh secara fisik maupun mental untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah,” ucap Menhaj.

Itulah kenapa, sambung Menhaj, peserta Diklat PPIH ini dididik layaknya militer. Mengingat ibadah haji adalah ibadah fisik, yang menuntut kesiapan fisik benar-benar dalam kondisi prima, mampu menghadapi segala kondisi dan cuaca, terutama bagi petugas dan pembimbing haji di lapangan.

“Para petugas dan pembimbing haji ini tugasnya sangat berat. Tidak bisa main-main dalam hal pelayanan kepada jemaah. Karena harus mampu menghadapi segala kondisi yang terjadi maupun cuaca saat bertugas di Arab Saudi nanti,” sambungnya

Menteri yang kerap disapa Gus Irfan itu juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran TNI dan Polri yang ikut serta secara aktif memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para PPIH di Diklat.

“Penempaan fisik dan mental bagi petugas sangat diperlukan. Oleh karena itu, kita memberikan apresiasi untuk TNI dan Polri yang mendampingi dan memberikan latihan fisik dan kedisiplinan ala militer, agar para petugas haji memiki fisik yang prima dan mental yang kuat saat bertugas nantinya,” tutur Gus Irfan.

Pelatihan ala militer, dengan mengedepankan kedisiplinan, membangun teamwork dan kekompak tim, integritas serta tanggung jawab, terbukti mampu meningkatkan kualitas personal sebagai petugas. Hal ini diyakini betul oleh Kemenhaj demi memberikan pelayanan optimal bagi para jemaah haji.

“Kedisiplinan yang ditunjang kekuatan fisik dan kesiapan mental terbukti mampu membentuk personil-personil yang tangguh dari prajurit. Dan, itu yang ingin kita bawa dan persiapkan untuk para petugas haji atau PPIH dalam melakukan pelayanan terhadap jemaah,” Sambung Gus Irfan.

Penambahan Jumlah Petugas dan Peningkatan Kemampuan Bahasa Arab

Sebanyak 1.458 orang petugas haji 2026 mulai menjalani Diklat hari ini. Proses pelatihan itu akan berlangsung dalam tiga pekan yakni pada 10—30 Januari 2026. Namun, untuk jumlah keseluruhan petugas haji, Gus Irfan menyebut totalnya lebih dari 4000 orang petugas.

“Jumlah petugas kita untuk musim haji tahun ini cukup besar, lebih dari 4000 orang. Dengan dibagi di beberapa posko, dengan skema minimal pendampingan untuk berapa orang rombongan jemaah haji,” ucap Gus Irfan.

Skema yang dimaksud adalah pembagian petugas yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Haji dan Umrah Nomor 4 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan Penyelenggaraan Ibadah Umrah. Kebijakan ini disebut dirancang untuk menciptakan sistem penghitungan yang akuntabel, sederhana, dan berpihak kepada jemaah.

PIHK yang memberangkatkan minimal 45 jemaah Haji Khusus wajib menyediakan tiga orang petugas, masing-masing terdiri atas penanggung jawab PIHK, pembimbing ibadah, dan petugas kesehatan.

“Jika PIHK memberangkatkan minimal 45 jemaah, maka wajib menyediakan tiga petugas. Selanjutnya, setiap penambahan kelipatan 45 jemaah, PIHK dapat mengajukan tambahan tiga petugas dengan komposisi yang sama,” ujarnya.

“Formulanya sederhana dan akuntabel. Setiap kelipatan 45 jemaah, jumlah petugas bertambah tiga orang,” sambung Gus Irfan

Gus Irfan juga menjelaskan, dalam Penyelenggaraan Haji tahun 2026, petugas dari unsur TNI dan Polri ditambah jumlahnya menjadi 185 personil. Jumlah ini naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

“Untuk Penyelenggaraan Haji tahun 2026 ini, jumlah petugas personil dari TNI-Polri kita naikkan dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Saat ini jumlahnya 185 orang personil,” jelasnya.

Dalam Diklat PPIH 2026 ini, selain fokus dalam hal penempaan fisik dan mental bagi PPIH, juga akan diberi pendalaman dalam hal peningkatan kemampuan berbahasa Arab. Agar, dalam menjalankan tugasnya nanti di Arab Saudi, para petugas PPIH tidak ada kendala komunikasi dalam melakukan koordinasi dengan para petugas dari kerajaan Arab maupun dalam memberikan arahan kepada para jemaah saat menjalankan ibadah haji.

“Ini penting dilakukan, petugas kita harus ditingkatkan kemampuan Bahasa Arabnya, agar tidak ada miskomunikasi dengan petugas di Arab sana, dan miskoordinasi dengan berbagai pihak di saat bertugas di sana. Sehingga, jemaah haji Indonesia bisa lebih tertib aturan, lebih terlindungi, dan lebih nyaman dalam menjalankan ibadah,” pungkas Gus Irfan.

>>>Pengunjung: 14 times, Total 120,968 <<<
Share This Article
Leave a review