Cendikiawan Muslim Malaysia Luncurkan Buku Kumpulan Puisi di Indonesia

Buku "Pohon Kebaikan Peradaban Fadilah" merupakan buku kumpulan puisi terpanjang yang pernah Prof. Wan Mohd Wan Daud tulis, sekaligus yang paling luas cakupan tematiknya.

Ahmad Fuad By Ahmad Fuad
7 Min Read

SeputarHalal.com | Depok — Seorang pemikir Islam, akademisi, cendikiawan muslim, dikenal sebagai ahli filsafat, pakar pendidikan, aktivis Islam, sekaligus penyair, asal Malaysia, Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud meluncurkan buku kumpulan puisi terbarunya di Indonesia.

Buku berjudul “Pohon Kebaikan Peradaban Fadilah” ini menjadi karya puisi keempat dari cendekiawan Muslim terkemuka di Malaysia tersebut, sekaligus menandai satu fase penting dalam perjalanan intelektual dan spiritualitasnya.

Acara peluncuran buku yang sekaligus menjadi bedah buku “Pohon Kebaikan Peradaban Fadilah” karya Prof Wan Mohd Nor Wan Daud tersebut dilangsungkan di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat (17/1/26).

Acara berlangsung dalam suasana khidmat namun hangat, menampilkan sejumlah tokoh pemikiran Islam dan kalangan akademisi. Tampak hadir Dr. Adian Husaini, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), yang juga bertindak sebagai moderator acara. Juga para santri Pesantren At-Taqwa Depok, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir, serta serta ratusan orang audiens dari berbagai wilayah dan latar belakang, yang memadati gedung tempat acara.

Dua tokoh dihadirkan sebagai pembanding dalam peluncuran buku tersebut, yakni Assoc. Prof. Dr. Khalif Muammar dan budayawan Muslim ternama, Dr. Habiburrahman El Shirazy. Keduanya memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis terhadap karya puisi terbaru Prof Wan Mohd Nor Wan Daud yang dinilai sarat makna, reflektif, dan berakar kuat pada pandangan hidup Islam.

Dalam pengantar bukunya, Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud menjelaskan bahwa “Pohon Kebaikan Peradaban Fadilah” merupakan kumpulan puisi terpanjang yang pernah ia tulis, sekaligus yang paling luas cakupan tematiknya. Puisi-puisi dalam buku ini banyak merefleksikan semangat keagamaan, perjuangan intelektual, serta visi peradaban Islam yang berkeadaban.

“Ingin saya tegaskan untuk sekian kalinya, semua karya-karya saya sejak awal 1990-an hingga kini, termasuk puisi ini, adalah hasil ramuan jiwa dan fikiran saya, dengan segala keterbatasan jiwa dan akal saya, terhadap gagasan pemikiran dan perjuangan keilmuan dan peradaban Islam Profesor Syed Muhammad Naquib Al-Attas,” tulis Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud, dalam pengantar bukunya.

Buku Puisi Keempat Mohd Nor Wan Daud

Sebelum buku ini terbit, Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud taelah melahirkan tiga kumpulan puisi, yakni Mutiara Taman Adabi (2003), Dalam Terang (2004), dan Jalan Pulang (2020).

Meski dikenal luas sebagai pemikir dan akademisi, puisi-puisinya menunjukkan sisi personal dan kontemplatif dari sosok yang selama ini lekat dengan wacana filsafat dan peradaban Islam.

Sementara itu, Dr. Habiburrahman El Shirazy yang akrab disapa Kang Abik mengaku terkejut sekaligus terkesan ketika pertama kali mengetahui bahwa Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud juga aktif menulis puisi.

“Selama ini saya mengenal Prof. Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud sebagai pemikir Islam yang sangat aktif dan serius. Ternyata beliau juga mampu menulis puisi yang sangat bagus,” ujar Kang Abik.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Abik bahkan membacakan salah satu puisi di dalam buku tersebut dengan gaya ekspresif dan atraktif, yang mendapat sambutan hangat dari para hadirin.

Momen peluncuran buku “Pohon Kebaikan Peradaban Fadilah” di Indonesia ini menjadi spesial, karena bertepatan dengan peringatan ulang tahun Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud yang ke-70. Jadi acara peluncuran buku tersebut sekaligus menjadi perayaan ulang tahun pria yang  dilahirkan pada 23 Desember 1955, Tanah Merah, Negeri Kelantan, Malaysia itu.

Acara ini pun tidak hanya menjadi perayaan lahirnya sebuah karya sastra, tetapi juga penghormatan atas dedikasi panjangnya dalam dunia pemikiran, keilmuan, dan peradaban Islam.

Profil Sang Penulis Buku “Pohon Kebaikan Peradaban Fadilah”

Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud adalah seorang akademisi, aktivis dan penulis asal Malaysia. Ia merupakan salah satu murid utama Profesor Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Prof Wan juga pernah menduduki jabatan penting di beberapa organisasi keislaman di Malaysia.

Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud memperoleh ijazah B.Sc (Hons) Kajihayat (Biologi) dan M.Sc.Ed. (Kurikulum dan Pengajaran), dari Northern Illionis University, Dekalb, Illionis dan Ph.D dari The University of Chicago di bawah bimbingan Prof. Fazlur Rahman, asal Pakistan.

Prof WanProf. Wan Mohd Nor Wan Daud telah banyak melahirkan karya. Dan buku-buku buah pemikirannya dinilai penting, sehingga banyak yang diterjemahkan ke dalam bahasa asing, selain Bahasa Melayu dan Bahasa Inggris, termasuk ke dalam bahasa Indonesia.

Setidaknya, beliau telah menulis 16 judul buku dan monograf serta puluhan makalah dalam jurnal, baik dalam negeri maupun internasional.

Di antara bukunya yang terkenal dan banyak dikaji adalah: The Concept of Knowledge in Islam: Its Implications for Education in a Developing Country (New York & London, 1989). Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan dengan judul Konsep Pengetahuan dalam Islam (Bandung: Pustaka, cet. I, 1417 H/1997 M).

Karya lainnya adalah Budaya Ilmu: Satu Penjelasan  (Singapura: Pustaka Nasional Pte Ltd, 2007);  Filsafat dan Praktek Pendidikan Syed Muhammad Naquib al-Attas (Kuala Lumpur: ISTAC, 1998).

Aktivitasnya luas, dan fokus pada masalah keilmuan, pendidikan, pemikiran dan keislaman. Maka, tak heran jika dia menjadi penasihat di Graduate Program for International Studies, University of Melbourne, Australia; ahli di Majlis penasihat untuk Center for Strategic Middle Eastern Studies (CSMES), Zirve University, Gaziantep, Turki.

Kemudian, beliau juga Penyunting untuk Journal al-Shajarah  (Jurnal di ISTAC), AFKAR (Akademi Islam, Universiti Malaya);  Editor Jurnal Internasional Studi Pesantren  (Jakarta);  Editor Tsaqafah: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Islam  (Gontor);  Beytulhikme (Universitas Adiyaman, Turki); dan Ketua Editor Siri CASIS & HAKIM Islam, Sains dan Peradaban.

Pada tanggal 15 Juni 2019 lalu, Prof. Wan dilantik sebagai pemegang pertama ‘Kursi Pemikiran Islam Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib al-Attas’ di RZS-CASIS (singkatan dari ‘Raja Zarith Sofiah-Center for Advanced Studies on Islam, Science and Civilization), di Universiti Teknologi Malaysia (UTM).

>>>Pengunjung: 59 times, Total 122,513 <<<
Share This Article
Leave a review