SeputarHalal.Com | Maluku — Anak-anak muda Ambon, Maluku yang tergabung dalam forum komunitas Baik Berisik menggelar kegiatan Fighters Camp, sebuah forum edukasi tentang Palestina.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, dari tanggal 30 hingga 31 Januari 2026 itu merupakan ruang belajar dan diskusi tentang Palestina pertama di Maluku yang diinisiasi komunitas anak muda Baik Berisik Maluku, dengan menghadirkan Dosen Ilmu Komunikasi Unversitas Padjadjaran Bandung, sekaligus Direktur Smart 171, Maimon Herawati.
Dalam paparannya di depan para peserta Fighters Camp, Maimon menyampaikan tentang pentingnya anak-anak muda mempelajari tentang sejarah Palestina, sejarah penjajahan Palestina serta akar masalah konflik yang terjadi di tanah Syam tersebut.
“Jika Palestina tidak dipelajari secara serius, kita justru berisiko menjadi korban yang ‘baik’,” ucap Maimon, di sesi Pemaparan
“Apa itu ‘korban yang baik’? Mereka adalah yang diam saat melihat ketidak-adilan, melihat pembantaian umat manusia termasuk pembunuhan terhadap anak-anak, melihat genosida (pemusnahan) sebuah bangsa, dan melihat tragedi kemanusiaan yang melanda Palestina. Sehingga secara tak sadar membiarkan ketidakadilan, pembantaian, dan genosida itu terjadi di depan mata kita,” sambungnya.
Maimon juga menjelaskan terkait sejarah Deklarasi Balfour dan peran kolonial Inggris yang menjadi akar penyebab dalam membuka jalan bagi penjajahan Palestina.
“Penjajahan Israel nggak lahir dari konflik agama, tapi dari proyek politik kolonial yang dirancang sejak dulu. Palestina tidak tiba-tiba dijajah. Itu melibatkan kekuatan global, regulasi internasional, dan perampasan hak penduduk asli secara sistematis.” tutur Maimon.
Menurutnya, perjuangan untuk Palestina tak cukup dengan empati. Tapi butuh ide, arah, dan kesediaan untuk bergerak bersama. Anak muda berperan jadi motor yang bisa menggerakkan umat.
Fighters Camp ini diikuti 26 peserta dari berbagai latar belakang. Mulai dari mahasiswa Universitas Pattimura, komunitas studi dan jurnalistik, hingga pelajar sekolah menengah. Camp ini menjadi ajang edukasi dan diskusi terkait penjajahan Palestina, mengikuti berbagai perkembangan yang terjadi atas nasib Palestina, termasuk menyoroti bagaimana narasi zionisme pelan-pelan masuk ke ruang sehari-hari masyarakat di Indonesia.
Selain diskusi, kegiatan dilengkapi dengan sesi edukatif-interaktif seperti sambung ayat Al-Qur’an, permainan edukasi peta Palestina, dan simulasi simbolik perlawanan terhadap ideologi penindasan. Metode ini dinilai membantu peserta, khususnya pelajar, untuk memahami isu Palestina secara lebih konkret dan membumi.
Hari kedua kegiatan, diisi dengan sesi Mengenal Para Pejuang Pembebasan Palestina. Sesi ini mengulas dimensi spiritual dalam perjuangan rakyat Palestina. Para peserta diajak memahami bagaimana hubungan para pejuang dengan Allah dan Al-Qur’an menjadi sumber daya utama dalam menghadapi penindasan berkepanjangan.
Kegiatan itu ditutup dengan refleksi tentang posisi generasi muda dalam perjuangan kemanusiaan global.
“Kemenangan Palestina akan tiba. Pertanyaannya bukan kapan, tetapi apakah kita memilih terlibat atau hanya jadi penonton,” ujar Mala Angkotasan, perwakilan panitia, dalam penutupan kegiatan.
Sejumlah peserta mengaku memperoleh perspektif baru tentang sejarah Palestina dan terkait perjuangannya untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan Israel.
Bagi sebagian pelajar, mengikuti kegiatan forum ini membuat mereka jadi tahu tentang sejarah Palestina dan penyebab konflik berkepanjangan yang terjadi di sana. Mereka mengaku, dengan forum ini jadi ‘melek’ Palestina. Setelah sebelumnya merasa tidak memahami, terasa jauh dan abstrak tentang palestina dan isu konflik yang terjadi di sana.
Forum “Fighters Camp” yang diinisiasi komunitas Baik Berisik ini menjadi bagian dari rangkaian 200 Titik Edukasi di 20 wilayah Indonesia, dalam rangka meningkatkan awareness sekaligus wujud bakti 1 Dekade Smart 171.
Sepanjang Januari Smart 171 memulai langkah ini dengan kegiatan di Baik Berisik Bogor, Bogor SJP, Baik Berisik Jakarta, Baik Berisik Banten, UNJ SJP, UIN Jakarta SJP, dan Baik Berisik Maluku.