Outlook Penyelenggaraan Haji 2026: Hampir 100 Persen Rampung

Transparansi dan integritas menjadi prinsip utama Kementerian Haji dan Umrah dalam seluruh proses penyelenggaraan haji 2026.

Ahmad Fuad By Ahmad Fuad
4 Min Read

Seputar halal.com | Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M hampir rampung 100 persen. Sejumlah komponen utama, seperti konsumsi dan transportasi jemaah, dipastikan telah siap sepenuhnya.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf dalam keterangannya saat menyampaikan Outlook Penyelenggaraan Haji 2026 Kementerian Haji dan Umrah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (8/1/26).

Menteri yang kerap diundang Gus Irfan tersebut mengungkapkan bahwa persiapan konsumsi dan transportasi jemaah haji telah mencapai 100 persen. Sementara itu, penyediaan akomodasi di Madinah telah terealisasi sebesar 93 persen, sedangkan akomodasi di Mekkah ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

“Insyaallah dalam waktu seminggu ini kita pastikan akan segera selesai. Memang masih dalam proses,” ujar Menhaj, Gus Irfan.

Gus Irfan juga menyampaikan, pemerintah telah memastikan doa syarikah yang akan melayani jemaah haji Indonesia serta kesiapan lokasi utama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Selain itu, dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026 Kemenhaj akan menambahkan dua embarkasi baru pada penyelenggaraan ibadah Haji 2026, yakni embarkasi Banten dan embarkasi Yogyakarta.

Istimewanya, embarkasi Yogyakarta dibuka tanpa memiliki asrama haji. Embarkasi Yogyakarta aman menggunakan hotel sebagai asrama haji sementara. Hotel tersebut akan digunakan untuk seluruh proses persiapan jemaah, baik saat pemberangkatan maupun kepulangan, tanpa bergantung pada asrama haji permanen.

“Tahun ini ada tambahan dua embarkasi, yaitu embarkasi di Banten untuk Jawa Barat dan embarkasi di Yogyakarta. Jogyakata ini terbilang istimewa karena kita membuka embarkasi tanpa memiliki asrama haji,” ungkap Gus Irfan.

Program Relaksasi Pelunasan Biaya Haji untuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Sementara dari sisi pembiayaan, proses pelunasan biaya haji juga menunjukkan pencapaian yang tinggi. Hingga penutupan sementara, tingkat pelunasan jemaah haji reguler telah mencapai 95,42 persen. Sedangkan jamaah haji khusus sekitar 96 persen.

Menariknya, calon jamaah haji dari tiga provinsi yang dilanda bencana besar beberapa waktu lalu, yakni: Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, pelunasan biaya haji hampir mencapai 100 persen.

Meski begitu, Gus Irfan tetap menjanjikan relaksasi atau kemudahan bagi calon jamaah haji yang dari wilayah-wilayah bencana tersebut terkait dengan biaya pelunasan haji.

“pelunasan ongkos haji dari wilayah-wilayah yang tertimpa bencana, seperti Aceh, Sumbar, dan Sumut itu, masyaAlloh, hampir mencapai 100 persen loh, meskipun kamu menerapkan dan menjalankan program-program relaksasi untuk saudara-saudara kita di sana terkait pelunasan biaya haji,” ungkap Gus Irfan

Gus Irfan menyebut, Kemenhaj optimistis seluruh kuota dapat terpenuhi dalam waktu dekat.

Pengelolaan Haji Transparan dan Akuntabel

Selain sisi teknis dan persiapan pelayanan haji 2026 nanti, Gus Irfan juga berjanji bahwa penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M akan dikelola secara transparan dan akuntabel.

Untuk memperkuat pengawasan, Kemenhaj menggandeng lembaga penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan.

Langkah ini, lanjut Gus Irfan, merupakan komitmen pemerintah agar tata kelola haji semakin bersih dan profesional.

“Presiden meminta haji urus secara transparan dan akuntabel. Oleh karena itu, di Kementerian Haji kita didampingi aparat penegak hukum. Dari KPK ada yang masuk, dari Kejaksaan juga ada, semuanya untuk memastikan proses haji berlangsung transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan layanan bagi jemaah haji aman, nyaman, dan terlindungi.

“Kita berharap jemaah berangkat sehat, di sana sehat, dan pulang sehat,” katanya.

Ia juga memastikan, proses rekrutmen petugas haji dilakukan dengan standar ketat dan terbuka.

“Rekrutmen petugas haji kita mengupayakan benar-benar bersih, jujur, dan bisa dilihat semua orang,” tegas Irfan.

Gus Irfan menambahkan, transparansi dan integritas akan menjadi prinsip utama dalam seluruh proses penyelenggaraan haji 2026.

“Kami berkomitmen menyelenggarakan haji 2026 secara profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan serta perlindungan jemaah,” tutupnya.

>>>Pengunjung: 19 times, Total 118,945 <<<
Share This Article
Leave a review