Liburan ke Hong Kong, Ini Pilihan Kuliner Halal hingga Destinasi Bersejarah

dok. lifestyle.sindonews.com
Salsabila Salma By Salsabila Salma
5 Min Read

Hong Kong tidak hanya menawarkan gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan modern. Kota ini juga menyimpan beragam pengalaman menarik bagi wisatawan Muslim Indonesia, mulai dari berburu kuliner, mengunjungi masjid bersejarah, hingga menikmati karya seni di sudut-sudut kota.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari kampanye Intertwined yang digagas Hong Kong Tourism Board (HKTB). Dalam kampanye ini, HKTB kembali berkolaborasi dengan jenama modest fashion Indonesia, Nada Puspita, setelah kerja sama pertama pada 2024. Kolaborasi tersebut mengajak wisatawan melihat Hong Kong melalui perpaduan kuliner, budaya, sejarah, dan pengalaman wisata ramah Muslim.

Berburu Kuliner Khas Hong Kong

Salah satu tempat yang dapat dikunjungi wisatawan adalah Chrisly Café di kawasan Tsim Sha Tsui. Kedai bergaya cha chaan teng ini menghadirkan suasana kuliner tradisional Hong Kong dengan pilihan kudapan populer, seperti bolo bun atau roti nanas dan egg tart, tart dengan isian telur yang memiliki cita rasa khas.

Meski demikian, wisatawan Muslim perlu memperhatikan cakupan sertifikasi halal di tempat tersebut. Informasi yang disampaikan dalam materi kampanye menyebutkan bahwa sertifikasi halal Chrisly Café hanya mencakup bagian toko rotinya.

Pilihan lainnya adalah Little Sheep Village Hot Pot, restoran prasmanan hotpot bersertifikasi halal yang memiliki cabang di Yau Ma Tei dan Wan Chai. Restoran ini menawarkan konsep panci individual dan ban berjalan untuk menyajikan aneka bahan makanan. Pengunjung dapat memilih kuah kaldu serta menikmati pilihan daging halal dan hidangan pendamping.

Untuk melengkapi perjalanan kuliner, wisatawan juga dapat singgah di Marouf Coffee yang menawarkan kopi spesialti. Sementara itu, Cookies Quartet menyediakan kukis buatan tangan yang bisa dipertimbangkan sebagai buah tangan. Sebelum membeli makanan, wisatawan tetap disarankan memeriksa status sertifikasi halal pada produk yang dipilih.

Menyusuri Masjid Tertua dan Bangunan Bersejarah

Di luar urusan kuliner, Hong Kong memiliki sejumlah destinasi yang menarik bagi pencinta sejarah. Salah satunya adalah Jamia Mosque di Central, yang dikenal sebagai masjid tertua di Hong Kong. Masjid ini pertama kali didirikan pada 1840-an dan dibangun kembali pada 1915–1916.

Bangunannya memiliki eksterior berwarna hijau dan lengkungan dekoratif yang mencerminkan unsur arsitektur Islam. Dengan kapasitas hingga 400 jemaah, masjid tersebut juga menjadi bagian penting dari kehidupan komunitas Muslim setempat.

Wisatawan yang ingin mengenal arsitektur tradisional Hong Kong dapat mengunjungi Blue House di Wan Chai. Bangunan empat lantai yang berasal dari era 1920-an ini mempertahankan karakter historisnya di tengah perkembangan kota modern.

Sementara itu, kawasan Art Lane di Sai Ying Pun menawarkan 26 mural karya 17 seniman lokal dan internasional. Ada pula Central–Mid-Levels Escalator sepanjang sekitar 800 meter yang menghubungkan sejumlah kawasan perkotaan dan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari warga.

Destinasi lain yang dapat dijelajahi adalah Harbour Station, yang memanfaatkan dua gerbong kereta MTR era 1980-an untuk kegiatan berbeda, termasuk aktivitas komunitas. Di Ma Wan 1868, pengunjung dapat menemukan bangunan warna-warni, mural, studio kreatif, serta situs bersejarah. Kawasan ini dibuka untuk umum pada Maret 2025.

Koleksi Modest Fashion dalam Kampanye Intertwined

Perjalanan budaya dan kuliner tersebut turut menginspirasi kampanye Intertwined. Founder & Creative Director Nada Puspita, Indah Nada Puspita, mengungkapkan bahwa kunjungan kali ini memberinya kesempatan menjelajahi tempat-tempat baru.

“Perjalanan kali ini membawa saya ke tempat-tempat yang belum pernah saya eksplorasi sebelumnya,” ujarnya.

Bersama Zyta Delia Rahma, Indah memperkenalkan koleksi pakaian dan scarf dengan desain garis yang saling bertaut. Konsep tersebut menggambarkan hubungan antara kenangan dan pengalaman yang terjalin sepanjang perjalanan.

Hong Kong Perkuat Fasilitas Ramah Muslim

Kampanye ini berlangsung ketika Hong Kong terus memperkuat daya tariknya sebagai destinasi ramah Muslim. Berdasarkan materi kampanye, pada Halal in Travel Awards 2026, Hong Kong menempati peringkat kedua kategori Muslim-friendly Destination of the Year untuk destinasi non-OIC. Kota ini juga mempertahankan peringkat pertama dalam kategori Muslim-friendly Accessible Travel Destination non-OIC.

Data dalam materi yang sama menyebutkan Hong Kong memiliki hampir 290 fasilitas dan usaha ramah Muslim, termasuk 222 restoran bersertifikasi halal dan milik Muslim serta 61 hotel berperingkat CrescentRating.

Regional Director of Southeast Asia Hong Kong Tourism Board, Liew Chian Jia, menegaskan pentingnya pasar Indonesia dalam pengembangan pariwisata Hong Kong. Kolaborasi dengan Nada Puspita menjadi salah satu upaya memperkenalkan pengalaman budaya, kuliner, serta fasilitas ramah Muslim kepada wisatawan Indonesia.

HKTB juga memperkuat edukasi wisata melalui kampanye Jelajah Hong Kong dan panduan wisata Muslim berbahasa Indonesia.

Dengan perpaduan kuliner, sejarah, seni, dan fasilitas ibadah, Hong Kong menawarkan pilihan perjalanan yang beragam bagi wisatawan Muslim. Perencanaan yang tepat, termasuk memeriksa informasi halal dan kebutuhan ibadah, dapat membantu wisatawan menikmati pengalaman liburan yang lebih nyaman dan berkesan.

>>>Pengunjung: 3 times, Total 129,447 <<<
Share This Article
Leave a review