SeputarHalal.com | Jakarta — Musyawarah Nasional (Munas) VII Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menetapkan Rosan Perkasa Roeslani sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat MES periode 1447–1452 H. Penetapan tersebut dilakukan melalui sidang pleno Munas VII MES yang berlangsung di di Ballroom Menara BRIlian, Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Penetapan Ketua Umum MES baru tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda Munas VII MES, yang juga mengesahkan pimpinan sidang, mengakhiri masa kepengurusan sebelumnya, serta menetapkan arah kebijakan dan kepemimpinan organisasi ke depan.
Dalam sambutannya, Ketum MES Rosan menyampaikan, apresiasi kepada jajaran pengurus MES periode sebelumnya atas kontribusi dan penguatan fondasi kelembagaan organisasi.
“Saya telah mengikuti perkembangan MES sejak lama dan melihat banyak capaian penting yang patut diapresiasi. Fondasi kelembagaan, jejaring, dan peran strategis MES dalam pengembangan ekonomi syariah nasional telah dibangun dengan baik dan harus terus dijaga,” ujar Rosan, yang juga CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hiliriasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Rosan menyampaikan terima kasihnya atas kepercayaan peserta Musyawarah Nasional VII MES yang menetapkannya sebagai Ketua Umum. Menurutnya, amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar untuk melanjutkan visi MES dalam mendorong ekonomi syariah sebagai arus utama pembangunan nasional.
“Ekonomi syariah tidak boleh berhenti sebagai alternatif. MES harus terus berperan sebagai thought leader dan katalisator, sekaligus menjembatani kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat agar ekonomi syariah hadir nyata di sektor riil,” katanya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI sekaligus CEO Danantara tersebut menekankan bahwa besarnya potensi pasar halal nasional perlu diterjemahkan menjadi aksi konkret melalui penguatan UMKM syariah, industri halal, dan koperasi syariah yang inklusif serta berdaya saing global.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung berbagai inisiatif strategis ekonomi syariah, termasuk pengembangan ekosistem haji dan umrah.
“Semua agenda besar ini tidak dapat dijalankan sendiri. Saya membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh keluarga besar MES, baik di pusat, daerah, maupun luar negeri, agar manfaat ekonomi syariah benar-benar dirasakan oleh umat,” pungkasnya.
Selain menetapkan Ketua Umum, Munas VII MES juga menetapkan Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat MES periode 1447–1452 H.
Munas VII MES selanjutnya mengamanahkan Ketua Umum terpilih, Rosan P. Roeslani, untuk membentuk susunan kepengurusan lengkap Pengurus Pusat MES paling lambat 30 hari sejak penutupan Musyawarah Nasional.
Munas MES 2026 ini turut dihardiri oleh Wakil Presiden ke-13 RI sekaligus Dewan Pembina MES, KH Ma’ruf Amin; juga Ketum MES periode sebelumnya yang juga Menpora, Erick Thohir; Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara, Mualiman Darmansyah Hadad; dan Ketua Pelaksana Acara Munas VII Masyarakat Ekonomi Syariah, La Nyala Mataliti.