SeputarHalal.com | Jakarta — Musyawarah Nasional (Munas) VII Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menetapkan Rosan P. Roeslani sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat MES periode 1447–1452 H. Selain memilih Ketua Umum, Munas VII MES juga juga menetapkan Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat MES periode 1447–1452 H.
Munas MES 2026 yang diselenggarakan di berlangsung di di Ballroom Menara BRIlian, Jakarta Pusat turut dihardiri oleh Wakil Presiden ke-13 RI sekaligus Dewan Pembina MES, KH Ma’ruf Amin; juga Ketum MES periode sebelumnya yang juga Menpora, Erick Thohir; Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara, Mualiman Darmansyah Hadad; dan Ketua Pelaksana Acara Munas VII Masyarakat Ekonomi Syariah, La Nyala Mataliti, pada Ahad (11/1/26).
Dalam sambutannya, Ferry Juliantono menuampaikan koperasi berbasis syariah dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi rakyat, sejalan dengan nilai-nilai konstitusi Indonesia serta upaya mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.
Ferry menilai ekonomi syariah memiliki landasan nilai yang sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, terutama dalam mendorong pemerataan kesejahteraan dan keadilan sosial.
“Ekonomi syariah selaras dengan konstitusi kita yang menekankan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Ferry.
Selain itu, Ferry menyoroti peran koperasi sebagai bentuk badan usaha yang paling sesuai dengan semangat konstitusi dan menjadi pilar utama perekonomian nasional. Koperasi dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pada sektor produksi, distribusi, maupun konsumsi.
“Koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional dan instrumen penting untuk memperkuat ekonomi rakyat,” tegasnya.
Sebelumnya, dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perkoperasian pada Komunitas Ekonomi dan Keuangan Syariah yang dilaksanakan di Hotel Grand Mercure Jakarta, Kemayoran, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Desember 2025 lalu, Ferry menilai koperasi berbasis syariah memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi rakyat, sejalan dengan nilai-nilai konstitusi Indonesia serta upaya mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ferry turut memaparkan pengembangan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dirancang sebagai ekosistem ekonomi terintegrasi untuk menghubungkan potensi desa dan umat.
Ia juga menilai Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) memiliki posisi strategis dalam mendorong sinergi antar pemangku kepentingan guna memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.
“Kami berharap MES dapat menjadi motor penggerak dalam mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai langkah konkret membangun ekosistem ekonomi syariah di Indonesia,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan bimtek ini juga diisi dengan penyerahan Penghargaan Tokoh Koperasi Syariah oleh Menteri Koperasi RI, serta sesi materi yang menghadirkan Sholahudin Al Aiyub (KNEKS), Anas Al Hifni (Kopontren Sunan Drajat), dan Setia Irawan (Kopontren Al-Ittifaq) guna memperkuat kapasitas pelaku ekonomi dan keuangan syariah.