SeputarHalal.com | Jakarta — Musyawarah Nasional (Munas) VII Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menetapkan Rosan P. Roeslani sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat MES periode 1447–1452 H. Selain memilih Ketua Umum, Munas VII MES juga juga menetapkan Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat MES periode 1447–1452 H.
Munas MES 2026 yang diselenggarakan di berlangsung di di Ballroom Menara BRIlian, Jakarta Pusat turut dihardiri oleh Wakil Presiden ke-13 RI sekaligus Dewan Pembina MES, KH Ma’ruf Amin; juga Ketum MES periode sebelumnya yang juga Menpora, Erick Thohir; Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara, Mualiman Darmansyah Hadad; dan Ketua Pelaksana Acara Munas VII Masyarakat Ekonomi Syariah, La Nyala Mataliti, pada Ahad (11/1/26).
Ketua Umum MES sebelumnya, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar MES atas kepercayaan yang diberikan kepadanya selama dua periode kepengurusan. Erick menyebut amanah memimpin MES merupakan kehormatan dan kebanggaan tersendiri.
“Dalam periode tersebut, kami berupaya memastikan ekonomi syariah tidak hanya berkembang secara konseptual, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” ujar pria kelahiran Jakarta tersebut.
Erick mengakui memimpin organisasi keumatan membutuhkan dedikasi dan komitmen waktu yang besar. Seiring dengan amanah baru sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick menilai dirinya tidak lagi dapat menjalankan tugas Ketua Umum MES secara optimal.
“Dengan kesadaran dan pertimbangan yang matang, saya memohon maaf kepada seluruh keluarga besar MES dan menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Pengurus Pusat MES. Pengunduran diri ini sekaligus menandai berakhirnya masa kepengurusan yang ada saat ini,” ucap Erick.
Selama masa kepemimpinannya, Erick mencatat sejumlah capaian strategis MES, antara lain perolehan sertifikasi Manajemen Mutu dari World Quality Assurance (WQA), predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan, keterlibatan aktif dalam pembentukan Bank Syariah Indonesia, serta peluncuran indeks saham syariah IDX MES BUMN 17 bersama Bursa Efek Indonesia.
“Capaian-capaian tersebut menunjukkan bahwa MES dikelola secara profesional dan mampu berperan aktif dalam penguatan ekosistem ekonomi syariah, baik di sektor keuangan maupun sektor riil,” lanjut Erick.
Erick mengatakan MES terus memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah melalui ratusan kegiatan di berbagai daerah, serta memperkuat jaringan organisasi hingga terbentuk di 31 provinsi, 137 kabupaten/kota, dan 23 negara. Meski tidak lagi menjabat secara struktural, Erick menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung pengembangan ekonomi syariah nasional.
“Apa yang telah kita bangun bersama harus dijaga dan ditingkatkan. Agenda-agenda yang sedang berjalan perlu terus diperkuat demi masa depan ekonomi syariah Indonesia,” pungkasnya